Survei geolistrik di Madura – Metode geolistrik yang ada di metode geofisika sebenarnya memiliki tujuan agar lebih mudah untuk mengetahui respon dari sifat aliran listrik yang ada di bagian permukaan bawah tanah dengan melakukan deteksi pada permukaan bumi. Metode satu ini paling banyak digunakan supaya lebih mudah mengetahui struktur di bagian permukaan, persebaran endapan mineral serta batu bara dll.
Metode ini juga sudah mulai banyak dimanfaatkan di berbagai macam kebutuhan karena menjadi metode geofisika untuk memudahkan mencari tahu perubahan di tahanan lapisan bebatuan bawah permukaan tanah. Caranya dengan mengalirkan listrik DC yang bertegangan tinggi ke dalam tanah. Aliran listrik tersebut menimbulkan tegangan listrik di bagian dalam tanah.
Bagaimana Alat Geolistrik Bekerja?
Cara kerja survei geolistrik di Madura adalah dengan cara melakukan injeksi aliran listrik DC yang berasal dari elektroda arus baru diamati hasil dari pengukurannya lewat elektroda potensial. Teknik ini begitu ramah lingkungan dan murah karena memakai bahan-bahan peledak. Namun, metode satu ini akan dibagi lagi ke dalam tiga metode, yaitu geolistrik polarisasi terinduksi, geolistrik resistivitas dan geolistrik potensial diri.
Setiap metode tersebut akan memiliki kelebihannya dan kekurangannya masing-masing dan mempunyai pengukuran sifat fisik saling terhubung. Pada pengambilan data yang ada di lapangan jasa survei geolistrik akan memakai konfigurasi Schlumberger, wenner dan dipole-dipole serta lainnya. Setiap konfigurasi tersebut akan mempunyai faktor pengoreksi geometri yang didasarkan dari susunan elektroda.
Fungsi dari elektroda tersebut supaya nilai pada resistivitas semu yang sudah terukur di lapangan dapat mendekati keasliannya. Pengaplikasian teknik geolistrik menjadi cara mempelajari potensi struktur dari mineral logam, air tanah dan lainnya.
1.Schlumberger
Konfigurasi ini merupakan konfigurasi dari empat elektroda yang mana terdapat satu pasang elektroda berarus C1C2/A-B dan satu pasang elektroda potensial P1-P2/M-N ada bagian titik tengah yang antara jarak pusat dengan elektroda potensial dikatakan satu dan antara jarak pusat dengan bagian elektroda arus dikatakan L antara jarak elektroda potensial 21. Pada saat melakukan pengukuran konfigurasi tersebut akan dirubah di jaran elektroda arus terkadang juga elektroda potensial tetapnya.
Pada konfigurasi ini dipakai pada resistivity sounding dan mapping. Konfigurasi baik digunakan untuk VES dan tidak akan cocok untuk CST. Konfigurasi schlumberger juga mempunyai sensitivitas orientasi sangat baik, sensitivitas lateral dengan kondisi baik di dalam penentuan ketidak homogenan.
2. Wenner
Konfigurasi wenner sering digunakan dalam metode geolistrik yang mana konfigurasi ini menggunakan empat elektroda anta jarak c1p1=p1p2=p2c2=a yang mana bagian kedua pasang elektroda tersebut dipasang dengan simetris terhadap bagian titik sounding. Konfigurasi ini terdiri dari tiga macam yaitu wenner beta, wenner alfa dan wenner gama. Sensitivitas dari ketiganya juga berbeda-beda dan konfigurasi ini mempunyai kemampuan begitu baik dalam resolusi vertikal pada CST dan sensifitas lateral. Semakin bentangan di antara elektroda besar, maka akan semakin sensitivitas juga besar.
3. Wenner Schlumberger
Konfigurasi yang juga sering dipakai dalam metode survei geolistrik di Madura ini merupakan gabungan dari konfigurasi Schlumberger dan wenner. Pada konfigurasi ini jarak diantara elektroda p1-p2 =a, jarak spasi c1-p1=p2-c2=na. Pada konfigurasi tersebut, spasi antara jarak elektroda menjadi konstan.
Konfigurasi wenner Schlumberger mempunyai kelebihan pada cakupan horizontal dan penetrasi di dalam begitu baik. Pola dalam sensitivitas akan meningkat dengan seiring besarnya n dan sensitivitas menjadi positif.
